"Bersabarlah dengan cintamu"
Cinta itu laksana desiran angin, tak perlu tergesa, berlari & berlari untuk membuktikan keberadaannya.
Cukup rasakan desirannya sebagai bukti ada nya.
Tak usah tergesa mendahului rahasia-Nya.
Semua manusia saat ini & seterusnya sedang berlari mengejar harapannya masing-masing?
Berjalanlah, jangan terhenti atau menanti.
Karena, selama itu engkau berhenti selama itu pula engkau tertinggal.
Air mata adalah bahasa kejujuran.
Cerminan hati yang lembut, yang mencintai keindahan.
Biarkan ia menetes hingga resah itu hilang, jika resah itu masih
bersemayam,maka biarkanlah ia mengadu kepada peraduan terindahnya.
Allah. Allah-lah sebaik-baiknya tempat untuk mengadu.
Kita tidak memiliki tubuh ini.
Kita tidak pernah memiliki mereka yang mencintai tubuh ini.
Raga ini milik Allah, jiwa ini kepunyaan Allah, hati ini ciptaan Allah, merekapun milik Allah.
Bahkan, cinta itupun milik-Nya.
Sepercik cahaya ketenangan yang di tebarkan untuk kebahagiaan hamba-hamba-Nya yang beriman & memahami.
Segera redam gemuruh itu, palingkanlah hatimu dari cemburu yang menipu.
Jika cinta mu tak bersambut, maka kembalikanlah kepada-Nya.
Murnikan kembali agar ia tetap bercahaya,
karena disanalah cintamu tidak akan pernah di sia-siakan !
Tidak usah risau jika engkau benar, teguhlah karena semesta fana ini milik Allah!
Ingatlah bahwasannya kesedihanmu di hari ini tidak akan mengurangi
kesedihan-kesedihan yang mungkin akan terjadi di hari esokmu.
Kebahagiaanmu hari ini tidak akan mengurangi kebahagiaan-kebahagiaan yang mungkin akan engkau temui besok hari.
Jadi berbahagialah, agar kebahagiaanmu lebih lama.
(NAI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar