Bismillaah...
Mudah Dikenali (Part 2)
Teman baru di SuperMall Lippo Karawaci
Ba'da
sholat maghrib berjama'ah, aku dan dia masing-masing berdiri dihadapan
cermin yang berdampingan (biasa cewe ciiin, di area sholat tetep
lirik-lirik cermin, hihihhh).
Kemudian dia bertanya, "ukh ikut kajian salaf juga??"
"iyah" jawabku singkat dan langsung memberikan tanganku untuk bersalaman sambil mengucap salam.
"Tadi saya lihat di depan, saya kira akhwat tarbiyah, tapi dilihat dari gamisnya bukan." Lanjutnya.
"Hehe, iyah" aku masih tersipu-sipu malu (loooh ga jelas emang).
"Abis kajian di alhidayah lippo kah? tanyaku cepat.
"Gak, suka dapet jarkomannya?? tanyanya balik.
"iya, tapi skrang bukan habis ngaji sih, tapi baru pulang kerja".
"Oh gitu, kerja dimana?" tanyanya lagi.
"Di wardah".
"Jadi SPG?" tanyanya cepat. (tuing-tuing hihiii wajahku masuk buat jadi SPG kali yaah..)
"Gak, di pabriknya, jadi admin". lagi dia menatap pakaian ku dengan heran, seakan tahu maksudnya akupun memperjelas
"ALhamdulillah boleh pakai gamis dan kerudung lebar, bahkan untuk operator produksi yang wanita muslim wajib pakai kerudung".
"Oh gitu, di daerah mana?, boleh minta pinnya?"
"Daerah Jatake, boleh2". aku keluarkan hapeku.
"Trus dia bilang, anti deh yang invite ana." jawabnya dengan cepat. aku ngangguk-ngangguk.
Percakapan pun masih berlanjut, sampai aku mengakhiri karna aku harus bersegera kembali ke teman2 yang menunggu diluar.
Innalhamdalillaah...
Begitulah seharusnya muslim,
lagi-lagi pakaiannya sebagai identitas diri...
Dulu, iya dulu ketika pertama kali ku mengenal hijab.
hanya memahami menutup aurat itu kerudung yang dipakai harus menutupi dada dan sepasang kaos kakinya,
tidak transparan dan harus longgar, juga tidak menyerupai pakaian laki-laki.
ya hanya sebatas memahami yang penting tertutup.
Hanya sebatas memahami hijab dalam pandangan manusia.
Hanya sebatas hijab sekedar pakaian.
Dulu... aku senang berhijab ketika ABG-ABG lain tampil sexy, apalagi lingkungan sekolahku yang terkenal dengan anak2 bandelnya.
Aku bahkan terdoktrin oleh kata-kata ment*r bahwa wanita berhijab masih bisa cantik dan gaya *astaghfirulloh...
sehingga akupun berusaha cantik dengan baju dan jilbabku,
bersolek dengan jilbab lebar yang cukup tuk menutupi dada sampai pinggul,
sibuk berlomba warna dengan akhwat lain,
berceloteh dengan "ih gamis dia bagus yah, warnanya cantik yah, merek apa, dan bla bla bla...
Hal itupun terbawa sampai aku masuk kuliah, begitu banyak kajian remaja yang bertemakan cinta dan hijab,
yang lagi-lagi isinya warna-warni hijab...
bukankah esensi dari hijab adalah menutup kecantikan?!
Bukan hanya sekedar menutup aurat dan menampakkan perhiasan yang lain!
Bahkan
banyak akhwat yang harus membuang malu untuk sekedar meminjam jilbab
warna ini dan itu untuk padu padankan pakaian yang dipunyainya,
perbanyak gamis dan jilbab dengan motif yang cantik dan manis. *hiiiks astaghfirulloh...
Justru sekarang aku malu jika mengingat aku pada masa itu,
apalagi jika kembali mengingat bahwa khalifah umar bin khotob rodiallohu anhu yang hanya memiliki 2 gamis,
1 dikenakan dan 1 dalam pencucian. Beliau khalifah... lantas diri ini siapa... hiiiks
malu sangat ketika muslimah di Turki berjuang untuk berhijab melawan aturan kemal attaturk yang melarangnya.
tapi
diri ini berhijab untuk cantik dan gaya ikut-ikutan seperti pemain film
KCB dan sinetron islami lainnya. (yah jilbab ala-ala artis)
malu sangat ketika muslimah di paris -Francis berjuang untuk mengenakan cadar karena pemerintah mendendanya.
tapi diri ini tak bersyukur kepada pemerintah indonesia yang memberi hak kebebasan beragama pada warganya.
ya,
dulu hanya bisa mencaci dan demo sana-sini, hingga sombong jika ada RUU
yang di ACC. (bahkan pentolannya mengajarkan untuk banggai itu karena
kerja dan usaha kita, heuheu katanya lillaah... tapi hasilnya tetep aja diakui itu karna mereka)
ya itu proses hijrahku dari pakaian itu.
Alloh memberi jalan bagi orang yang IA kehendaki,
mungkin berawal dari beberapa kali ku injakkan kaki ke Islamic Book Fair Jakarta.
mungkin karena keKEPO-an ku yang selalu tingkat tinggi.
aku menjadi penasaran dan semangat pada mereka yang memakai cadar,
dan bertanya dalam hati, juga bergumam dalam lisan.
"Apakah mereka orang arab, atau orang mesir?" sambil mengingat film Ayat-ayat cinta *Looh haha gagal fokus
(tapi dari mata mereka, itu mata orang-orang bumi indonesia)
"Siapakah mereka, apakah mereka anak pesantren?"
(bisa jadi iyah, tapi pesantren mana yah?)
Pertanyaan sederhana itu yang membawaku pada pengertian hijab sesungguhnya.
yang tiba-tiba jawaban itu terlintas pada beranda FB ku,
Beberapa akhwat yang sharing artikel-artikel dari web muslimah.or.id
indahnya hidayah...
hidayah bertebaran dimana-mana hingga Alloh gerakkan hati untuk mengumpulkan pecahan-pecahan itu...
Alhamdulillaah bini'matihi tatimmushshoolihaah...
Yang ternyata aku begitu dekat dengan wanita-wanita perindu surga...
Yang ternyata inilah indahnya ukhuwah islamiyah, walau tak tahu nama dan rupa tapi terikat dalam satu darah islam...
Yang ternyata aku begitu dekat dengan para pengekor salafushsholih...
Yang ternyata dari cercaan itulah aku menemukan mereka...
Sungguh terlanjur indah...
~Bersambung
Kamis, 15 Oktober 2015
Sabtu, 10 Oktober 2015
Mudah dikenali
ALIA Bonang
Pencarian itu tak pernah berakhir,
Tak ada ujung,
Tak kenal batas,
Hingga ternyata petunjuk itu begitu dekat...
Komplek Alia Bonang,
Entah bagaimana sejarahnya dan asal mulanya...
Yang aku tahu adalah, aku sampai pada daerah itu yang tak jauh dari rumah,
Bermodalkan SMS dari seorang ummahat yang memberikan info kajian...
Helloooo ninaaa, ngakunya tinggal di tangerang tapi banyak daerah yang tidak diketahui...
Ya sindir diriku sendiri...
Ku tanya-tanya pedagang di pinggir jalan,
Ku ikuti saran mereka untuk belok sana belok sini,
Hingga ada tanda ALIA dan ku susuri tanda itu,
Pun ada petunjuk lain, aku mengekor orang yang mudah dikenali...
Siapa yang mudah dikenali itu??
Walau tak tahu wajah dan nama, mereka begitu mudah dikenali.
Dikenali dengan pakaian yang mencirikan bahwa mereka muslim dan muslimah,
Celana cingkrang, koko, gamis dan pakaian yang menutupi aurat mereka...
Pakaian sederhana dan kerudung lebar mereka...
"Tuh ka nina... ikutin mereka aja." seru adik kecilku, walau faktanya ia bertubuh lebih besar dariku...
Ya bahkan seorang yang belum belajar tentang bagaimana pakaian yang sesuai sunnah pun dengan mudahnya mengenali.
Karena itulah identitas muslim sejati...
Sepertinya ku semakin dekat dengan ALIA,
Memasuki atmosfir yang berbeda...
Walau bentuk bangunan sama seperti komplek perumahan lainnya,
Ada hal yang membuatnya terasa berbeda...
Ku melihat beberapa toko herbal dan toko pakaian sunnah,
Pun dengan penduduknya yang seliweran dengan pakaian itu tadi...
Wanita- wanita yang menutup aurat sempurna, dengan kerudung lebar mereka dengan semangat bergerak,
Ada mengayuh sepeda, ada yang mengendarai motor, ada yang berjalan kaki, menuju ke arah yang sama...
Indahnya, seperti romobongan orang-orang yang akan melaksanakan sholat ied...
Ada anak-anak kecil yang begitu nyaman dengan pakaian mereka, maasyaa' Alloh.
Berlari-lari kecil menggandeng tangan ibu mereka...
Dan indahnya wanita-wanita bercadar, walau tak terlihat wajah dan bibir mereka,
Tetapi dengan gerakan mata dan alis mampu menggambarkan senyuman mereka ketika kita melihat dan menyapa mereka...
Maasyaa' Alloh...
Ya memang benar, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah...
Perhiasan indah letaknya tersembunyi, pun jika terlihat tak sembarang orang yang mampu menikmati keindahannya...
Ya benar kata anonim,
Bidadari tetaplah bidadari, meskipun ia tersembunyi...
Alhamdulillaah... nikmat berpakaian syar'i.
Tiba ku di ALIA
Ternyata ALIA adalah sekolah Islam yang bermanhaj salafushsholih,
Paradigma masyarakat bahwa salafi itu kolot, identik dengan jadul dan tempo dulu.
Sehingga banyak masyarakat yang lebih ingin sekolah di pondok modern ketimbang pondokan salaf,
Ternyata lagi-lagi salah kaprah akan pengertian salaf itu sendiri.
Karena disini, di ALIA ketika ku tiba mengayuh gas pada motorku..
ALIA terasa begitu modern, saat memasuki gerbang sudah ada masjid tanpa dinding dan diatasnya ada aula yang hanya disangga dengan pilar-pilar tiang,
Masjid dikhususkan untuk ikhwan dan aula untuk akhwat,
Bukan masjid yang berada dipojokan atau tersudutkan,
Tapi masjid yang ditampakkan untuk pengingat, bahwa inilah pondasi islam.
Masjid tesebut bernama Masjid Imam Asy Syafi'i.
Rupanya di ALIA ada 2 gerbang, gerbang depan masjid dan satu gerbang untuk masuk ke dalam area sekolah.
Ada beberapa lapangan dan bangunan bertingkat.
Bangunan pelajar akhwat dan ikhwan dibedakan untuk menjaga dari ikhtilat.
Dipinggir lapangan dan area parkir, berdiri stan-stan pedagang.
Barang yang didagang adalah pakaian sunnah, buku-buku sunnah, herbal dan berbagai macam makanan...
Teringat perkataan sepupuku, ketika kajian berikut-berikutnya ku ajak serta.
"oh, rupanya beli baju kaya na, disini yah... abis penasaran belinya dimana"
Dan aku hanya bisa tersenyum mendengarnya,
Syiar dakwah itu mudah, bahkan semudah pakaian yang menempel pada kita.
Tapi bukan berarti bermudah-mudahkan dakwah, apalagi tanpa ilmu.
ALIA seperti menjadi kampung sunnah di hiruk pikuk bonang,
Keberadaan masjid Asy syafi'i pun seperti magnet bagi sekitarnya.
Kajian-kajian rutin tiap pekan dan kajian tematik perbulannya memberikan contoh bahwa ilmu sumber kehidupan,
Panduan hidup yang Alloh ajarkan pada manusi termulia Muhammad sholallohu 'alaihi wasallaam.
Indahnya...
Alhamdulillaah bini'matihi tatimmushshoolihaah...
Semoga Alloh memberkahi para asatidz di ALIA,
Para orang tua dan masyarakat disekitarnya,
hingga rahmat Alloh menyebar pada semesta...
Semoga langkah ini tidak lelah untuk selalu datang di majlis ilmu ALIA,
Semoga jari ini tak pernah henti bertanya jadwal kajian pada panitia,
Semoga dengan amal yang sedikit ini bisa membumbung tinggi menggapai syurga..
~nina bintu muchtar~
diselesaikan pada 26 Dzulhijah 1437 H.
@bumi cinta 10102015
ALIA Bonang
Pencarian itu tak pernah berakhir,
Tak ada ujung,
Tak kenal batas,
Hingga ternyata petunjuk itu begitu dekat...
Komplek Alia Bonang,
Entah bagaimana sejarahnya dan asal mulanya...
Yang aku tahu adalah, aku sampai pada daerah itu yang tak jauh dari rumah,
Bermodalkan SMS dari seorang ummahat yang memberikan info kajian...
Helloooo ninaaa, ngakunya tinggal di tangerang tapi banyak daerah yang tidak diketahui...
Ya sindir diriku sendiri...
Ku tanya-tanya pedagang di pinggir jalan,
Ku ikuti saran mereka untuk belok sana belok sini,
Hingga ada tanda ALIA dan ku susuri tanda itu,
Pun ada petunjuk lain, aku mengekor orang yang mudah dikenali...
Siapa yang mudah dikenali itu??
Walau tak tahu wajah dan nama, mereka begitu mudah dikenali.
Dikenali dengan pakaian yang mencirikan bahwa mereka muslim dan muslimah,
Celana cingkrang, koko, gamis dan pakaian yang menutupi aurat mereka...
Pakaian sederhana dan kerudung lebar mereka...
"Tuh ka nina... ikutin mereka aja." seru adik kecilku, walau faktanya ia bertubuh lebih besar dariku...
Ya bahkan seorang yang belum belajar tentang bagaimana pakaian yang sesuai sunnah pun dengan mudahnya mengenali.
Karena itulah identitas muslim sejati...
Sepertinya ku semakin dekat dengan ALIA,
Memasuki atmosfir yang berbeda...
Walau bentuk bangunan sama seperti komplek perumahan lainnya,
Ada hal yang membuatnya terasa berbeda...
Ku melihat beberapa toko herbal dan toko pakaian sunnah,
Pun dengan penduduknya yang seliweran dengan pakaian itu tadi...
Wanita- wanita yang menutup aurat sempurna, dengan kerudung lebar mereka dengan semangat bergerak,
Ada mengayuh sepeda, ada yang mengendarai motor, ada yang berjalan kaki, menuju ke arah yang sama...
Indahnya, seperti romobongan orang-orang yang akan melaksanakan sholat ied...
Ada anak-anak kecil yang begitu nyaman dengan pakaian mereka, maasyaa' Alloh.
Berlari-lari kecil menggandeng tangan ibu mereka...
Dan indahnya wanita-wanita bercadar, walau tak terlihat wajah dan bibir mereka,
Tetapi dengan gerakan mata dan alis mampu menggambarkan senyuman mereka ketika kita melihat dan menyapa mereka...
Maasyaa' Alloh...
Ya memang benar, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah...
Perhiasan indah letaknya tersembunyi, pun jika terlihat tak sembarang orang yang mampu menikmati keindahannya...
Ya benar kata anonim,
Bidadari tetaplah bidadari, meskipun ia tersembunyi...
Alhamdulillaah... nikmat berpakaian syar'i.
Tiba ku di ALIA
Ternyata ALIA adalah sekolah Islam yang bermanhaj salafushsholih,
Paradigma masyarakat bahwa salafi itu kolot, identik dengan jadul dan tempo dulu.
Sehingga banyak masyarakat yang lebih ingin sekolah di pondok modern ketimbang pondokan salaf,
Ternyata lagi-lagi salah kaprah akan pengertian salaf itu sendiri.
Karena disini, di ALIA ketika ku tiba mengayuh gas pada motorku..
ALIA terasa begitu modern, saat memasuki gerbang sudah ada masjid tanpa dinding dan diatasnya ada aula yang hanya disangga dengan pilar-pilar tiang,
Masjid dikhususkan untuk ikhwan dan aula untuk akhwat,
Bukan masjid yang berada dipojokan atau tersudutkan,
Tapi masjid yang ditampakkan untuk pengingat, bahwa inilah pondasi islam.
Masjid tesebut bernama Masjid Imam Asy Syafi'i.
Rupanya di ALIA ada 2 gerbang, gerbang depan masjid dan satu gerbang untuk masuk ke dalam area sekolah.
Ada beberapa lapangan dan bangunan bertingkat.
Bangunan pelajar akhwat dan ikhwan dibedakan untuk menjaga dari ikhtilat.
Dipinggir lapangan dan area parkir, berdiri stan-stan pedagang.
Barang yang didagang adalah pakaian sunnah, buku-buku sunnah, herbal dan berbagai macam makanan...
Teringat perkataan sepupuku, ketika kajian berikut-berikutnya ku ajak serta.
"oh, rupanya beli baju kaya na, disini yah... abis penasaran belinya dimana"
Dan aku hanya bisa tersenyum mendengarnya,
Syiar dakwah itu mudah, bahkan semudah pakaian yang menempel pada kita.
Tapi bukan berarti bermudah-mudahkan dakwah, apalagi tanpa ilmu.
ALIA seperti menjadi kampung sunnah di hiruk pikuk bonang,
Keberadaan masjid Asy syafi'i pun seperti magnet bagi sekitarnya.
Kajian-kajian rutin tiap pekan dan kajian tematik perbulannya memberikan contoh bahwa ilmu sumber kehidupan,
Panduan hidup yang Alloh ajarkan pada manusi termulia Muhammad sholallohu 'alaihi wasallaam.
Indahnya...
Alhamdulillaah bini'matihi tatimmushshoolihaah...
Semoga Alloh memberkahi para asatidz di ALIA,
Para orang tua dan masyarakat disekitarnya,
hingga rahmat Alloh menyebar pada semesta...
Semoga langkah ini tidak lelah untuk selalu datang di majlis ilmu ALIA,
Semoga jari ini tak pernah henti bertanya jadwal kajian pada panitia,
Semoga dengan amal yang sedikit ini bisa membumbung tinggi menggapai syurga..
~nina bintu muchtar~
diselesaikan pada 26 Dzulhijah 1437 H.
@bumi cinta 10102015
Jumat, 12 Juni 2015
Kamis, 21 Mei 2015
Serial Ceramah Islam: Rumahku Masih Ngontrak - Ustadz DR. Syafiq Basalamah
Rumahku Masih Ngontrak
QS. An Nahl : 80-81
Mencicil rumah di syurga ^,^
QS. An Nahl : 80-81
80. “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal
dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit
binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu
berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu
domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan
(yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).”
(an-Nahl: 80)
(an-Nahl: 80)
81. “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang Telah
dia ciptakan, dan dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di
gunung-gunung, dan dia jadikan bagimu Pakaian yang memeliharamu dari
panas dan Pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan.
Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah
diri (kepada-Nya).”
(an-Nahl: 81)
(an-Nahl: 81)
Mencicil rumah di syurga ^,^
- Sholat sunnah 12 rokaat sehari semalam karena lillaah.. (Rowatib : 4 qobla Zhuhur, 2 ba'da zhuhur, 2 ba'da maghrib, 2 ba'da isya, 2 qobla shubuh)
- Membangun masjid
- Membaca QS. Al Ikhlas 10x
- bersabar memuji Alloh Azza wa Jalla tatkala anak meninggal
- Membaca do'a saat masuk pasar (mini market terpasuk pasar yah nina U,U)
- Biasakan tidak berdusta saat bergurau
- Meninggalkan perdebatan walau diri ini benar
- Menutup celah diantara shaf sholat
- Hijrah
- Berjihad di jalan Alloh
- Berakhlak mulia
Jumat, 15 Mei 2015
Langganan:
Postingan (Atom)